Record Detail
Share
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI RSAL DR. R. OETOJO
Kontrasepsi berasal dari kata kontra, berarti “mencegah” atau “melawan” dan konsepsi
yang berarti pertemuan sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan.
Kontrasepsi adalah menghindari terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur matang dengan
sel sperma (BKKBN, 2017). Program keluarga berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran
anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan
bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Kontrasepsi merupakan komponen penting dalam pelayanan Kesehatan reproduksi sehungga
dapat mengurangi risiko kematian dan kesakitan dalam kehamilan (BKKBN, 2017).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan
Pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) pada Wanita Usia Subur (WUS) di RSAL dr. R.
Oetojo. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan desain yang digunakan
adalah Cross Sectional design. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 wanita usia subur di RSAL dr.
R. Oetojo. Adapun untuk teknik sampling menggunakan Total sampling. Sampel dalam penelitian ini
sebanyak 34 responden. Penelitian ini menggunakan Analisa Chi Square untuk mengetahui hubungan
antar variabel yang diuji.
Pada variabel umur diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 26 responden umur >35
tahun dengan persentase 76.5%, pada variabel jumlah anak diperoleh informasi bahwa terdapat
sebanyak 18 responden yang mempunyai > 2 anak dengan persentase 52.9%, pada variabel
pengetahuan diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 24 responden pengetahuan baik dengan
persentase 70.6%, pada variabel kecemasan diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 25
responden kecemasan ringan dengan persentase 73.5%, dan pada variabel frekuensi keikutsertaan
metode AKDR diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 26 responden menggunakan AKDR
dengan persentase 76.5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
antara usia (p- value 0.000), paritas (p- value 0.001), pengetahuan (p- value 0.000), dan kecemasan
(p- value 0.000) terhadap pemilihan alat kontrasepsi AKDR.
Diharapkan Wanita Usia Subur harus lebih memperhatikan kondisi Fisik dan Psikis dalam
menentukan alat kontrasepsi khususnya untuk Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sehingga
diharapkan wanita usia subur dapat aktif dalam mengikuti penyuluhan yang dilakukan RSAL dr. R.
Oetojo dan mau berpartisipasi dalam program keluarga berencana.
yang berarti pertemuan sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan.
Kontrasepsi adalah menghindari terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur matang dengan
sel sperma (BKKBN, 2017). Program keluarga berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran
anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan
bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Kontrasepsi merupakan komponen penting dalam pelayanan Kesehatan reproduksi sehungga
dapat mengurangi risiko kematian dan kesakitan dalam kehamilan (BKKBN, 2017).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan
Pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) pada Wanita Usia Subur (WUS) di RSAL dr. R.
Oetojo. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan desain yang digunakan
adalah Cross Sectional design. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 wanita usia subur di RSAL dr.
R. Oetojo. Adapun untuk teknik sampling menggunakan Total sampling. Sampel dalam penelitian ini
sebanyak 34 responden. Penelitian ini menggunakan Analisa Chi Square untuk mengetahui hubungan
antar variabel yang diuji.
Pada variabel umur diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 26 responden umur >35
tahun dengan persentase 76.5%, pada variabel jumlah anak diperoleh informasi bahwa terdapat
sebanyak 18 responden yang mempunyai > 2 anak dengan persentase 52.9%, pada variabel
pengetahuan diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 24 responden pengetahuan baik dengan
persentase 70.6%, pada variabel kecemasan diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 25
responden kecemasan ringan dengan persentase 73.5%, dan pada variabel frekuensi keikutsertaan
metode AKDR diperoleh informasi bahwa terdapat sebanyak 26 responden menggunakan AKDR
dengan persentase 76.5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
antara usia (p- value 0.000), paritas (p- value 0.001), pengetahuan (p- value 0.000), dan kecemasan
(p- value 0.000) terhadap pemilihan alat kontrasepsi AKDR.
Diharapkan Wanita Usia Subur harus lebih memperhatikan kondisi Fisik dan Psikis dalam
menentukan alat kontrasepsi khususnya untuk Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sehingga
diharapkan wanita usia subur dapat aktif dalam mengikuti penyuluhan yang dilakukan RSAL dr. R.
Oetojo dan mau berpartisipasi dalam program keluarga berencana.
Statement of Responsibility
Author(s)
ZAKIYAKIRTI - Personal Name
Edition
Call Number
SKR 618.2 ZAK f
ISBN/ISSN
2024-08-10
Classification
618.2
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati
Publishing Year
2024
Publishing Place
Pati
Collation
xiii+93 halaman + 11 tabel + 1 gambar + 2 bagan +
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
Comments
Member Login
Visitor Counter
0
Today
1
Total
667
Collections
1
Members






