Record Detail
Share
HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA DAN POLA KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 4-5 TAHUN DI PUSKESMAS SEDONG KABUPATEN CIREBON
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat fungsi makanan dan
penggunaan zat gizi yang dibedakan anatara lain : gizi buruk, kurang, baik, dan lebih.
Balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk, maka balita tersebut mengalami masalah
gizi dari faktor pendapatan keluarga maupun dari pola kebiasaan makan balita. Apabila
masalah gizi tidak segera ditangani maka akan menyebabkan kematian pada balita.
Berdasarkan survey awal dilakukan pada 20 responden didapatkan hasil 5 balita berstatus
gizi buruk dan 5 balita berstatus gizi kurang dengan pendapatan rata-rata di bawah UMR
(<2.517.730) dan pola kebiasaan makan buruk.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dan pola
kebiasaan makan dengan status gizi balita usia 4-5 tahun di Puskesmas Sedong Kabupaten
Cirebon. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik korelatif. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Cross-Sectional yaitu suatu penelitian
untuk mempelajari dinamika korelasi antara factor resiko dengan efek, dengan cara
pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada saat yang sama. Populasi
dari penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita usia 4-5 tahun di
Puskesmas Sedong Kabupaten Cirebon Sampel dalam penilitian adalah sebayak 57
responden dengan menggunakan teknik non random. Instrumen penelitian ini
menggunakan kuesioner dan timbangan berat badan.
Diketahui sebagian besar responden berpendapatan keluarga tinggi yaitu
sebanyak 30 responden (52,6%), sebagian besar responden pola kebiasaan makannya baik
yaitu sebanyak 32 responden (56,1%), dan sebagian besar status gizi balitanya baik yaitu
sebanyak 35 responden (61,4%).
Ada hubungan pendapatan keluarga terhadap status gizi ditandai dengan hasil
uji korelasi kendal Tau-b didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,392 mendekati 1
dan nilai signifikasi 0,002 < 0,05. Ada hubungan pola kebiasaan makan terhadap status
gizi ditandai hasil uji korelasi kendal Tau-b didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar
0,629 mendekati 1 dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05.
Diharapkan ibu-ibu meningkatkan pemenuhan gizi pada balitanya agar status
gizi balitanya tetap normal dengan cara memperhatikan pola kebiasaan makan balitanya.
penggunaan zat gizi yang dibedakan anatara lain : gizi buruk, kurang, baik, dan lebih.
Balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk, maka balita tersebut mengalami masalah
gizi dari faktor pendapatan keluarga maupun dari pola kebiasaan makan balita. Apabila
masalah gizi tidak segera ditangani maka akan menyebabkan kematian pada balita.
Berdasarkan survey awal dilakukan pada 20 responden didapatkan hasil 5 balita berstatus
gizi buruk dan 5 balita berstatus gizi kurang dengan pendapatan rata-rata di bawah UMR
(<2.517.730) dan pola kebiasaan makan buruk.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dan pola
kebiasaan makan dengan status gizi balita usia 4-5 tahun di Puskesmas Sedong Kabupaten
Cirebon. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik korelatif. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Cross-Sectional yaitu suatu penelitian
untuk mempelajari dinamika korelasi antara factor resiko dengan efek, dengan cara
pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada saat yang sama. Populasi
dari penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita usia 4-5 tahun di
Puskesmas Sedong Kabupaten Cirebon Sampel dalam penilitian adalah sebayak 57
responden dengan menggunakan teknik non random. Instrumen penelitian ini
menggunakan kuesioner dan timbangan berat badan.
Diketahui sebagian besar responden berpendapatan keluarga tinggi yaitu
sebanyak 30 responden (52,6%), sebagian besar responden pola kebiasaan makannya baik
yaitu sebanyak 32 responden (56,1%), dan sebagian besar status gizi balitanya baik yaitu
sebanyak 35 responden (61,4%).
Ada hubungan pendapatan keluarga terhadap status gizi ditandai dengan hasil
uji korelasi kendal Tau-b didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,392 mendekati 1
dan nilai signifikasi 0,002 < 0,05. Ada hubungan pola kebiasaan makan terhadap status
gizi ditandai hasil uji korelasi kendal Tau-b didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar
0,629 mendekati 1 dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05.
Diharapkan ibu-ibu meningkatkan pemenuhan gizi pada balitanya agar status
gizi balitanya tetap normal dengan cara memperhatikan pola kebiasaan makan balitanya.
Statement of Responsibility
Author(s)
YUNI NURSAFITRI - Personal Name
Edition
Call Number
SKR 618.2 NUR h
ISBN/ISSN
2024-07-10
Classification
618.2
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati
Publishing Year
2024
Publishing Place
Pati
Collation
vx + 70 hal + 18 tabel + 2 bagan + 31 lampiran
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
Comments
Member Login
Visitor Counter
0
Today
1
Total
667
Collections
1
Members






