Record Detail
Share
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN MENSTRUASI SISWI DI SMP NEGERI 1 CITAK MITAK KABUPATEN MAPPI PROVINSI PAPUA SELATAN
Aktifitas fisik merupakan salah satu faktor yang terhubung dengan pola makan dan status
gizi. Pada penelitian yang telah dilakukan (Sitorus et al., 2020) pada remaja putri
dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik ataupun olahraga yang teratur serta
berkelanjutan selama 30 menit dalam satu hari atau 3-5 hari dalam seminggu sesuai
dengan pedoman gizi seimbang, yang dapat didukung oleh pihak sekolah dengan
melakukan aktivitas yang terdiri dari aktivitas senam serta bersih-bersih kelas bersama.
Tingkat aktivitas fisik yang sedang dan berat serta kondisi anoreksia dapat membatasi
fungsi menstruasi seperti amenorea.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dan pola makan dengan
menstruasi. Desain cross sectional dengan jumlah sampel 65 orang, pemilihan sampel
menggunakan teknik random sampling dii SMP Negeri 1 Citak Mitak Kabupaten Mappi
Provinsi Papua Selatan pada bulan Mei 2024. Analisa data dengan rumus chi-square di
SPSS.
Hasil penelitian sebagian besar remaja putri meimpunyaii aktiiviitas fiisiik yang kurang dan
pola makan yang kurang baik. Sehingga sebagian besar siswi mengalami menstruasi tidak
normal yakni 55 (84.6%). Hasil statistik hubungan aktifitas fisik dan pola makan dengan
menstruasi diperoleh nilai p=0,001 dan p=0,000 yakni terdapat hubungan aktiiviitas
fiisiikdan pola makan dengan menstruasi siswi dii SMP 1 Citak Mitak Kabupaten Mappi.
Diharapkan remaja mulai memperhatikan perubahan siklus menstruasi setiap bulan secara
teratur
gizi. Pada penelitian yang telah dilakukan (Sitorus et al., 2020) pada remaja putri
dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik ataupun olahraga yang teratur serta
berkelanjutan selama 30 menit dalam satu hari atau 3-5 hari dalam seminggu sesuai
dengan pedoman gizi seimbang, yang dapat didukung oleh pihak sekolah dengan
melakukan aktivitas yang terdiri dari aktivitas senam serta bersih-bersih kelas bersama.
Tingkat aktivitas fisik yang sedang dan berat serta kondisi anoreksia dapat membatasi
fungsi menstruasi seperti amenorea.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dan pola makan dengan
menstruasi. Desain cross sectional dengan jumlah sampel 65 orang, pemilihan sampel
menggunakan teknik random sampling dii SMP Negeri 1 Citak Mitak Kabupaten Mappi
Provinsi Papua Selatan pada bulan Mei 2024. Analisa data dengan rumus chi-square di
SPSS.
Hasil penelitian sebagian besar remaja putri meimpunyaii aktiiviitas fiisiik yang kurang dan
pola makan yang kurang baik. Sehingga sebagian besar siswi mengalami menstruasi tidak
normal yakni 55 (84.6%). Hasil statistik hubungan aktifitas fisik dan pola makan dengan
menstruasi diperoleh nilai p=0,001 dan p=0,000 yakni terdapat hubungan aktiiviitas
fiisiikdan pola makan dengan menstruasi siswi dii SMP 1 Citak Mitak Kabupaten Mappi.
Diharapkan remaja mulai memperhatikan perubahan siklus menstruasi setiap bulan secara
teratur
Statement of Responsibility
Author(s)
Yuspiana - Personal Name
Edition
Call Number
SKR 618.2 YUS h
ISBN/ISSN
2024-07-16
Classification
618.2
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati
Publishing Year
2024
Publishing Place
Pati
Collation
101 hlm.
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
Comments
Member Login
Visitor Counter
0
Today
1
Total
667
Collections
1
Members






