Record Detail
Share
PERBEDAAN FREKUENSI KEJADIAN SPOTTING PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA DENGAN KB PIL DI KAMPUNG SOBA-DAGIMON WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA-I MAPPI
ABSTRAK
PERBEDAAN FREKUENSI KEJADIAN SPOTTING PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA DENGAN KB PIL DI KAMPUNG SOBA-DAGIMON
WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA-I MAPPI
Perdarahan bercak atau spotting adalah gangguan silklus haid yang berupa perdarahan bercak yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon progesteron sehingga endometrium mengalami perubahan hiskologi Bercak bercak ini biasanya keluar setelah menjadi akseptor KB suntik DMPA sejak 3 bulan terakhir, sedangkan pada akseptor KB pil terjadi setelah 3 bulan pemakaian (Prawirohardjo 2005). Namun pada akseptor KB suntik DMPA dan KB pil tidak semuanya mengalami kejadian spotting karena setiap tubuh manusia mempunyai jumlah hormon yang berbeda-beda sehingga proses penyesuaian tubuh terhadap penambahan hormon progesteron dari luar pun berbeda-beda, adapun akibat dari spotting yaitu anemia karena keluarnya darah yang jumlahnya sedikit tapi terus menerus akan menyebabkan kekurangan darah (Hartanto 2004).
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan frekuensi kejadian spotting pada akseptor KB suntik (DMPA) dengan KB Pil.
Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian komparatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan case study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memakai KB suntik DMPA dan KB pil di Kampung Soba-Dagimon. Berdasarkan data yang diambil dari Desa Tanjungsari tersebut jumlah populasi yang memakai KB suntik DMPA sebanyak 72 akseptor dan KB pil sebanyak 54 akseptor. Prosedur dan tehnik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 40 sampel. Analisa data menggunakan T Test.
Hasil penelitian menunjukkan Ada perbedaan kejadian spotting pada akseptor KB suntik DMPA dengan akseptor KB pil di Kampung Soba-Dagimon Wilayah Kerja Puskesmas Kota-I Mappi. Dalam uji t penelitian ini didapatkan t hitung sebesar 3,340 sedangkan nilai t tabel sebesar 1,699 yang berarti nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Sedangkan nilai P value didapatkan 0,002 (< 0,05).
Kata Kunci : spotting, akseptor KB suntik DMPA, KB PIL
Daftar Pustaka : 23 buku (1997-2009)
PERBEDAAN FREKUENSI KEJADIAN SPOTTING PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA DENGAN KB PIL DI KAMPUNG SOBA-DAGIMON
WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA-I MAPPI
Perdarahan bercak atau spotting adalah gangguan silklus haid yang berupa perdarahan bercak yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon progesteron sehingga endometrium mengalami perubahan hiskologi Bercak bercak ini biasanya keluar setelah menjadi akseptor KB suntik DMPA sejak 3 bulan terakhir, sedangkan pada akseptor KB pil terjadi setelah 3 bulan pemakaian (Prawirohardjo 2005). Namun pada akseptor KB suntik DMPA dan KB pil tidak semuanya mengalami kejadian spotting karena setiap tubuh manusia mempunyai jumlah hormon yang berbeda-beda sehingga proses penyesuaian tubuh terhadap penambahan hormon progesteron dari luar pun berbeda-beda, adapun akibat dari spotting yaitu anemia karena keluarnya darah yang jumlahnya sedikit tapi terus menerus akan menyebabkan kekurangan darah (Hartanto 2004).
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan frekuensi kejadian spotting pada akseptor KB suntik (DMPA) dengan KB Pil.
Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian komparatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan case study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memakai KB suntik DMPA dan KB pil di Kampung Soba-Dagimon. Berdasarkan data yang diambil dari Desa Tanjungsari tersebut jumlah populasi yang memakai KB suntik DMPA sebanyak 72 akseptor dan KB pil sebanyak 54 akseptor. Prosedur dan tehnik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 40 sampel. Analisa data menggunakan T Test.
Hasil penelitian menunjukkan Ada perbedaan kejadian spotting pada akseptor KB suntik DMPA dengan akseptor KB pil di Kampung Soba-Dagimon Wilayah Kerja Puskesmas Kota-I Mappi. Dalam uji t penelitian ini didapatkan t hitung sebesar 3,340 sedangkan nilai t tabel sebesar 1,699 yang berarti nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Sedangkan nilai P value didapatkan 0,002 (< 0,05).
Kata Kunci : spotting, akseptor KB suntik DMPA, KB PIL
Daftar Pustaka : 23 buku (1997-2009)
Statement of Responsibility
Author(s)
Marliani Sarira - Personal Name
Edition
Call Number
ISBN/ISSN
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati
Publishing Year
2023
Publishing Place
Pati
Collation
vx + 55 halaman + 5 tabel + 2 bagan + 10 lampiran
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
Comments
Member Login
Visitor Counter
0
Today
1
Total
698
Collections
1
Members







