Record Detail
Share
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ANA
meningkatkan resitensi terhadap penyakit, hal ini menyebabkan ASI Ekslusif menjadi fokus utama
tenaga kesehatan. Namun, pada kenyataannya masih banyak ibu yang tidak bisa memberikan ASI
Eksklusif karena beberapa hambatan yang salah satunya karena produksi ASI yang tidak lancar. Salah
satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan kompres hangat. Kompres hangat merupakan metode yang
sangat praktis dan mudah dilakukan secara mandiri oleh ibu sehingga ibu dapat memberikan ASI-nya
tanpa hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat
terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan ANA tahun 2024.
Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan di bulan Juni – Juli, dengan metodelogi penelitian
adalah quasy experiment post tets only-non equivalent control group. Populasi pada penelitian ini
adalah semua ibu nifas yang melahirkan di Praktik Mandiri Bidan ANA dengan sampel sebanyak 30
responden yang didapatkan melalui tehnik purposive sampling yang terdiri dari 15 intervensi, 15
kontrol. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tehnik pengolahan data berupa editing
dan scoring. Analisa data yaitu analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis
bivariat menggunakan uji statistic Mann-Whitney
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik mayoritas
responden
berdasarkan usia adalah 20-30 tahun sebanyak 16 orang (53,3%), mayoritas pendidikan terakhirnya
adalah SMA sebanyak 18 orang (60%) dan mayoritas dari responden merupakan ibu rumah tangga
sebanyak 14 orang (46,6%). Pada kelompok intervensi setelah dilakukan kompres hangat ibu yang
ASI-nya lancar sebanyak 14 orang (93,3%). Sedangkan kelompok kontrol mayoritas ASI-nya tidak
lancar sebanyak 13 orang (86,6%). Terdapat pengaruh kompres hangat payudara terhadap kelancaran
pengeluaran ASI pada ibu nifas di Paktik Mandiri Bidan ANA dengan p value 0,000 < 0,05.
Peneliti berharap dapat memberikan pengetehuan kesehatan dan informasi terhadap ibu nifas
agar dapat mengaplikasikan kompres hangat jika sewaktu-waktu terdapat masalah dalam menyusui.







